Pages

Showing posts with label Our Self. Show all posts
Showing posts with label Our Self. Show all posts

Friday, 25 March 2011

Real BFFs

Hi girls, kita semua memiliki sahabat dan setiap orang pasti ingin memiliki sahabat sejati. Kapan seseorang bisa menjadi sahabat sejati dan kapan kita bisa menjadi sahabat sejati seseorang?

Tanda pertama sahabat sejati adalah kalian tidak khawatir tentang apapun saat berada didekat mereka. Kalian akan menghubungi mereka kapan saja tanpa khawatir memikirkan waktu pagi, siang ataupun malam. Kapanpun kalian membutuhkan support, yang pertama kali kalian hubungi adalah sahabat baik untuk menolong kalian. Dan tentunya mereka mengharapkan hal yang sama dari kalianjuga. Untuk menjadi sahabat sejati seseorang adalah dengan memberi semangat saat teman kita mengalami masalah. Walaupun hanya sekedar jadi tempat curhat dan memberikan bahu kalian untuk jadi tempat menangis, akan membuat perbedaan yang sangat besar sekali bagi mereka.

Dengan sahabat sejati, kita membahas tentang berbagai masalah tanpa takut akan pendapat mereka tentang kita. Seorang sahabat sejati akan memberi dukungan walaupun harus mengorbankan beberapa kepentingan mereka dan akan bersedia menolong tanpa kita meminta bantuan serta tidak mengharapkan balas budi dari apa yang mereka lakukan untuk kita. Sahabat sejati akan selalu bisa diandalkan dan saat kalian berada disituasi yang sangat sulit, sahabat sejati akan selalu memberikan dukungan walaupun seluruh dunia menentang kalian.

Daripada memiliki ratusan teman, jika kalian saat ini memiliki seorang sahabat sejati kalian sangat beruntung sekali. Dan jika kalian telah menjadi sahabat sejati seseorang, kalian patut bangga pada diri sendiri karena untuk menerima bantuan sangatlah mudah namun menjadi seseorang yang mampu memberi sangatlah sulit. Jadi berusahalah untuk menjadi seorang sahabat sejati ya.

Akan sangat menyenangkan saat kalian berhasil mencapai suatu prestasi, memiliki sahabat sejati untuk berbagi kebahagiaan dan menjadi saksi keberhasilan kalian merupakan hal yang sangat berharga. Membuat prestasi dan keberhasilan sekecil apapun terasa sangat berarti teman-teman.

Saat mencari seorang sahabat sejati, kalian mengharapkan mereka untuk setia dan menjaga rahasia pribadi hanya antara kalian berdua. Bersedia jujur saat kalian melakukan hal yang salah, seorang sahabat sejati bisa diandalkan untuk berani memberitahu kalian dan membantu memperbaiki hal tersebut. Kadang bisa menjadi sangat sulit menjadi seorang sahabat yang  setia dan berani mengatakan yang sebenarnya. Itu juga yang membuat seorang sahabat sejati sangat sulit untuk ditemukan. Seorang sahabat yang selalu mengatakan yang sebenarnya walaupun akan menyakiti perasaan kita karena yang mereka harapkan hanya kita menjadi seseorang yang lebih baik adalah seorang sahabat sejati.

Sayangnya, kadang-kadang kesetiaan seorang sahabat diuji dan saat kita menganggap seseorang sebagai sahabat sejati tetapi mereka membuat kita kecewa. Jangan lupa ya, seorang sahabat juga manusia yang tidak sempurna. Berani memaafkan merupakan hal yang sangat penting dalam persahabatan. Menerima sahabat apa adanya walaupun mereka membuat kesalahan menunjukkan bahwa kalian menghormati dan menerima mereka sebagai manusia yang tidak mungkin menjadi sempurna. Kadang kita bisa menjadi penyebab dari sebuah kesalahan dan membuat sahabat sejati kita kecewa. Namun jika kalian bisa menghadapi ujian ini, persahabatan kalian akan jadi lebih erat dari sebelumnya.

Sahabat sejati akan menerima kalian apa adanya dan akan memaafkan jika kalian membuat kesalahan.

Friday, 28 January 2011

When You Were Sad

Tips ini sudah kucoba dan berhasil.
  1. Pergi ke ‘tempat nyaman-mu’ dan berdiam diri di sana. Tempat nyamanku adalah kamarku atau PC. Mungkin tempat nyamanmu adalah kamar atau perpustakaan. Kalau kamu belum punya, sebaiknya kamu segera mencarinya. Cepat ya, siapa tahu besok kamu membutuhkannya. 
  2. Curhat dengan orang yang kamu percaya. Ingat: HANYA dengan orang yang betul-betul kamu percaya. 
  3. Lakukan hal yang kamu suka, misalnya olahraga, melukis, atau membaca buku. 
  4. Habiskan energimu, misalnya dengan lompat-lompat atau teriak-teriak (tidak kusarankan sih, takutnya tetanggamu protes). 
  5. Ingatlah: semua akan berlalu dan baik-baik saja. 
  6. Ingatlah ada yang lebih sengsara, misalnya anak-anak yang menderita busung lapar. 
  7. Ingatlah kita sedih supaya kita bisa GEMBIRA bila kesedihan itu sudah berlalu 
  8. Ingat kamu jangan melampiaskan kesedihanmu dengan: memberantakan kamar (meski majalah remaja menyarankannya) karena kamu akan menyesalinya nanti. Terutama bila kamu punya Mama yang rese' dan kamu tidak bisa memperbaiki rak buku. 
  9. Juga jangan belanja menghabiskan uang saku bulananmu. Kemungkinan besar orang tuamu tidak akan menggantinya. 
  10. Oya, menangis juga tidak apa-apa lho. Asal tidak di depan banyak orang. Bagaimanapun kalau sudah SMA, tidak pantas rasanya menangis di muka umum.

Monday, 10 January 2011

Manajemen Curhat

Sebagai cewek, kebutuhan utama kita dikala sedang stress atau banyak masalah adalah, curhat ke orang lain. Tapi, curhat juga ada seninya. Kalau kita asal cerita, bisa berbahaya lho, karena kemungkinan rahasia kita bocor dan bikin malu diri sendiri sangatlah besar. Jadi, mari kita jaga kualitas curhat kita dengan:
  1. Pilih teman curhat yang bisa dipercaya. Ini penting banget apalagi kalau kita curhat tentang masalah yang ingin dirahasiakan. Nggak mau kan, sehari setelah kita curhat, semua orang tahu masalah kita? 
  2. Jangan di public area. Hm, sekarang kan lagi tren tuh curhat lewat jaringan sosial seperti Twitter atau Facebook. Bukannya dilarang sih, tapi nggak bijak aja mengumbar masalah kita di depan umum. Apalagi sampai memaki atau menjelekkan orang lain. Itu namanya menambah masalah, bukan menyelesaikannya. 
  3. Tahu waktu. Cari waktu yang tepat kalau mau curhat, misalnya pas istirahat atau pulang sekolah. Jangan tiba-tiba tengah malam kita nelpon sobat untuk curhat panjang lebar, padahal besok pagi ada ulangan. Bukan cuma kita yang kehilangan waktu untuk belajar, bisa-bisa dia juga kena omel orangtuanya. 
  4. Cari tempat yang nyaman. Tempat yang oke juga sangat berpengaruh untuk bisa curhat dengan baik. Sebaiknya cari tempat yang agak sepi, supaya kita bisa curhat dengan tenang. Misalnya di rumah atau di kafe. Selain nggak berisik, di sini juga aman dari gangguan tukang nguping. 
  5. No Drama Queen. Tenangin diri kita dulu sebelum mulai curhat. Kalau kita curhatnya sambil nangis atau menjerit histeris, orang yang dengerin jadi bingung. Boro-boro dikasih nasehat, yang ada kita malah ditinggalin sama teman curhat kita. 
  6. Ada kemajuan. Jangan cuma sekedar mengeluh saja, kita juga harus berusaha menyelesaikan masalah kita. Jadi ketika sesi curhat berikutnya, kita sudah bisa memberitahu kemajuan dari penyelesaian masalah itu. Biar teman curhat kita juga nggak bosan mendengarnya.
From Utami's Diary.

Tuesday, 21 December 2010

Spot A Best Friend!

Sahabat Sejati
  • Rela membatalkan kencan sma pacarnya demi menemani kamu yang baru putus sama pacarmu.
  • Nomormu menjadi nomor satudi call history dalam ponselnya.
  • Obrolan kalian mencakup kegiatan sehari-hari sampai sesi curhat, dan tidak pernah ada habisnya walaupun sering bertemu.
  • Tidak ada rahasia yang kamu atau dia tutupi di depan satu sama lain, termasuk soal ciuman pertama kalian masing-masing.
  • Kalian tidak pernah berantem lebih lama dari satu hari saking tidak tahannya untuk tidak bercerita antara satu sama lain
  • Jika kamu muntah di tempat umum, dia tidak termasuk orang yang memangdang jijik ke arahmu, tapi justru langsung mengeluarkan tisu untuk membantu membersihkan bekasnya.
  • Dia mau mengalah dan membiarkan kamu membeli sepatu yang kalian berdua sukai saat sepatu tersebut tinggal sepasang dijual di toko.
  • Orang tuamu sayang banget sama dia dan menganggapnya seperti saudaramu sendiri.
  • Dia tidak pernah lupa hari ulang tahunmu Bahkan, dia pernah repot-repot bikin surpriese party buatmu.
  • Kalau dia tahu tentang sesuatu yang membahayakan dirimu - misalnya, percobaanmu dengan obat-obat terlarang, dia akan langsung memberi tahu anggota terdekat keluargamu yang bisa membantu, meskipun kamu melarangnya.
Sahabat Palsu
  • Selalu besikap baik sama kamu di depan temanmu yang menjadi gebetannya.
  • Tidak bersedia meminjamkan HP karena pulasnya tinggal sedikit, meskipun kamu perlu mengabari hal penting ke orangtuamu.
  • Obrolan kalian tidak pernah menyentuh soal pribadi yang bersifat sensitif alias cuma hal-hal yang ada di permukaan saja.
  • Rahasia yang kamu ceritakan padanya sering dibocorkan kepada teman-teman.
  • Saat berantem, dia sibuk menegaskan ke teman-teman bahwa kamu adalah pihak yang bersalah supaya mereka mau jadi 'sekutunya'.
  • Ketika memiliki masalah dan membutuhkan bantuannya, kamu hatus erayunya sekuat tenaga atau menjanjikan imbalan sampai akhirnya dia setuju untuk memberikan pertolongan.
  • Dia menganggap kamu adalah saingannya dan selalu ingin dinilai lebih hebat daripada kamudalam segala hal.
  • Kamu sering kena marah orangtua gara-gara terlibat masalah bareng dia. Bahkan, mereka suka melarang kamu pergi berdua dengannya.
  • Dia tidak peduli kalau kebiasaannya - misalnya, merokok di depanmu biarpun tahu bahwa kamu ridak tahan asap rokok - mengganggu kamu dan marah jika kamu menaseharinya.
  • Kamu selalu menjadi pihak yang mengalah setiap kali punya masalah dengannya.